Skip to content

Robert Frost – The Road Not Taken

April 25, 2010

THE ROAD NOT TAKEN by Robert Frost

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;

Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that the passing there
Had worn them really the same,

And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden back.
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I–
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

Rendra – Sajak Seorang Tua untuk Istrinya

April 25, 2010

Entah kenapa tadi tiba2 jadi teringat petikan sajak dari Alm. Rendra yang ini:

…..

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
Bekerja membalik tanah
Memasuki rahasia langit dan samudra
Serta mencipta dan mengukir dunia

Kita, menyandang
tugas

Karena tugas adalah tugas
Bukannya demi sorga atau neraka
Tetapi demi kehormatan seorang manusia!

….


Yup, hidup adalah untuk mengolah hidup, untuk mengukir sesuatu di dunia. Tapi apa yang harus kita ukir? Nah itulah yang perlu direnungkan. Tuhan menciptakan kita dengan sebuah maksud tertentu, setiap diri kita telah menyandang ‘tugas’ dari Ilahi. Temukan dan jalankan ‘tugas’ itu. Karena tugas adalah tugas, bukan demi surga ato neraka, tapi demi KEHORMATAN SEORANG MANUSIA!

Kabar gembira mengenai PPN?

April 20, 2010
tags: ,

Sudah pernahkah kamu membaca tentang UU No. 42 Tahun 2009 tentang PPN & PPNBM? UU ini mulai diberlakukan per 1 April 2010. Nah, lantas apa si yang menarik dari UU itu? Yang menarik adalah pada salah satu butirnya yang mengatakan bahwa makan dan minuman yang disajikan di hotel dan restoran tidak terkena pajak PPN 10 %! Pada pasal 4A butir 2 pada UU No.42 Tahun 2009 dikatakan bahwa:

Barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai adalah barang tertentu dalam kelompok barang berikut:

  1. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil
    langsung dari sumbernya;
  2. Barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak;
  3. Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan,
    warung, dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat
    maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau
    katering; dan
  4. Uang, emas batangan, dan surat berharga.

Jadi apa kesimpulannya? Mulai sekarang JANGAN MAU BAYAR PPN lagi kalo beli makanan & minuman di restoran dan tempat lainnya! Jangan mau dibodo-bodohin lagi!

.

.

.

Eits, jangan terlalu senang dulu dengan kata-kataku di atas! Pihak restoran tidak salah, kita sebagai konsumen/pembeli harus tetap membayar pajak. Akan tetapi pajak apakah itu? Coba kita telusuri.

Seringkali di struk ketika kita membayar makanan tercantum beban pajak PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10%. Nah, klo begitu berarti pihak restoran bersalah karena UU sudah menyatakan bahwa PPN tidak berlaku untuk makanan?

Jika hanya dilihat dari namanya, pihak restoran itu memang salah. Kenapa? Karena dari dulu pun kita tidak perlu membayar PPN ketika kita makan di restoran atau tempat makan lainnya. Tidak ada peraturan yang mengharuskan kita untuk membayar PPN di tempat makan. Akan tetapi klo dilihat dari esensinya, pihak restoran tidaklah salah, kita sebagai konsumen/pembeli memang harus membayar pajak, akan tetapi bukannya pajak PPN.  Yup, terjadi banyak terjadi salah kaprah di masyarakat kita untuk masalah ini. Dulu saya sempat mengira bahwa yang dipungut itu sebetulnya bukan PPN melainkan PPn (Pajak Penjualan), akan tetapi setelah saya cek ternyata pemahaman saya juga salah. PPn sudah tidak berlaku lagi sekarang, justru PPN ada untuk menggantikan PPn. Nah klo begitu lantas pajak apa yang kita bayar itu??

Untuk makanan memang tidak dikenakan PPN, akan tetapi di restoran itu dikenakan Pajak Pembangunan ato Pajak Restoran, biasa dikenal dengan sebutan Pb1. Untuk wilayah jakarta tarif pajak ini sama dengan tarif PPN sebesar 10%, pajak ini merupakan pajak yang dikelola oleh Pemda, dan besarnya bisa berbeda-beda tergantung kebijakan daerah ( untuk pajak daerah kita dapat mengacu pada UU 28/2009 tentang PDRD (Pajak Daerah dan Retribusi Daerah)).

Jadi, yang namanya pajak itu dibagi menjadi 3 berdasarnya pengelolanya. Pajak milik  Kab/Kota, Pajak milik Provinsi, dan Pajak Nasional. Pajak milik Kab/Kota adalah Restoran, Hotel, Hiburan, Reklame, Penerangan Jalan, Mineral non Logam dan Batuan, Parkir, Air Tanah, Sarang Burung Walet, PBB Perdesaan/Perkotaan, BPHTB. Pajak milik Pemerintah Provinsi adalah seperti Pajak Kendaraan Bermotor, BBNKB, Pajak Bahan Bakar KB, Pajak Rokok, Pajak Air Permukaan.
Sedangkan pajak nasional adalah seperti Pajak Pendapatan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), pajak bea cukai, dll.

Kurang lebih sekian penjelasan mengenai pajak, mari kita ubah persepsi dan pandangan orang di sekitar kita mengenai PPN di restoran. Jangan sampai kita salah kaprah dalam memahami pajak. Untuk mempelajari pajak lebih lanjut bisa masuk ke website pajak www.pajak.go.id

- Orang Bijak Mengerti dan Taat Pajak -

P.S.  Klo buat makanan di restoran kita emang kena beban pajak 10%, tapi klo restorannya di hotel kenanya jadi 21% :(

Memaknai Jejak-Jejak Kehidupan

April 18, 2010

Wah, akhirnya beres juga buku ini, padahal belinya dah dari tahun lalu.hehe

Buku ini merupakan himpunan catatan dan refleksi Komaruddin Hidayat terhadap fenomena sehari-hari, yang bagi kita mungkin dianggap hal yang biasa dan sepele, tapi baginya ternyata memiliki makna yang cukup dalam.

Terkadang aku suka ngerasa bahwa rutinitasku sehari-hari sering ngebuat hati dan pikiranku menjadi tumpul, kehilangan daya kreatifnya dalam memaknai kehidupan. Nah, bagiku buku ini bisa memperkaya cara pandang kita terhadap sebuah permasalahan, membuat kita semakin bijak dalam menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan di negeri ini :)

Salut sama Komarudin Hidayat yang bisa memaparkan pemikirannya dalam bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Sangatlah cocok untuk dijadikan bacaan di kala senggang.

Rumah Kedamaian

April 17, 2010

Sebuah intisari dari tulisan Gede Prama..

Banyak dari kita yang punya pandangan sendiri mengenai hidup. Kita bebas memaknai hidup sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Bagi saya hidup adalah sebuah guest house. Tamu yang datang adalah kebahagiaan, kesedihan, pujian, cacian, anugerah, bencana, dsb. Oleh karena itu, BELAJARLAH UNTUK SELALU TERSENYUM! Mengapa? Karena senyum merupakan hal dasar untuk menciptakan guest house yang nyaman, indah, dan damai.

Rumah kedamaian sesungguhnya adalah tempat di mana semuanya diterima dengan senyuman. Semuanya sudah ada hukumnya, sesederhana menyentuh air kemudian basah, menyentuh api kemudian terbakar.

Tatkala semua bermandikan senyuman, kesadaran akan membimbing manusia menjumpai taman kedamaian idah nan menawan. Bukan serba membahagiakan, tapi serba senyuman. Di taman kebahagiaan ini, setiap pagi manusia bergumam tenang, ada 24 jam yang segar untuk diisi dengan senyuman karena senyuman membantu kita memasuki hari dengan kelembutan, dengan pengertian.

Hidup

April 17, 2010

Akhir pekan yang menyenangkan
Bertemu sahabat-sahabat alam
Berdiskusi tentang lingkungan
Berbicara tentang kehidupan
Merencanakan sebuah karya besar

Anak-anak pun bermain dengan riangnya
Memanjat menara bambu
Mendayung perahu karet
Berlarian di sepanjang galengan empang
Mengamati burung-burung khas pesisir
Membaca buku-buku yang menjadi cikal bakal perpustakaan alam

Saat kaku ini melangkah pulang
Berjalan di atas tumpukan pasir dan lumput
Menyibak ilalang yang tumbuh liar
Beriring mentati yang mulai tenggelam
Memancarkan cahaya senjanya di angkasa

..dan mimpi pun menjadi kenyataan..

- anonymous -

Nulis lagi

April 17, 2010

Akhirnya mulai nulis lagi. Sebetulnya blog ini merupakan kelanjutan dari blog saya sebelumnya. Saya mengganti blog lama saya karena tertarik dengan fitur2 yang ditawarkan oleh wordpress.com. Beberapa tulisan pertama dari blog ini sama seperti tulisan sama pada blog sebelumnya.

Hope you will enjoy my new blog :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.